Selasa, 14 Oktober 2014

Hati-hati, Gembong Penjahat di Dunia Internet

Kelompok penjahat ini diduga kebanyakan dari wilayah berbahasa Rusia.
Saat ini internet sudah menjadi dunia baru bagi orang-orang untuk beraktifitas, baik sebagai penunjang komunikasi, pekerjaan, hingga hiburan. Namun, segala kenikmatan di internet tersebut selalu menjadi intaian pelaku cybercrime yang siap memangsa korbannya.

Menurut kepala Europol, secara global ada sekitar 100 orang di balik kejahatan internet tersebut. Europol adalah sebuah badan khusus kriminal Uni Eropa yang bertugas untuk memberantas kejahatan serius dan terorganisir di kancah Internasional.
“kami dapat mengetahui siapa saja mereka dan kita bisa meringkusnya untuk mengurangi kejahatan,” ucap Kepala Europol, Troels Oerting.

Oerting melanjutkan, perlawanan terhadap kasus kejahatan dalam cybercrime membutuhkan kekuatan yang besar untuk mngungkapnya. Hal ini disebabkan kejahatan dunia internet akan terus meningkat, karena pesatnya perkembangan teknologi.

"Kita masih bisa mengatasinya, tetapi penjahat tersebut memiliki lebih banyak sumber daya. Mereka tidak memiliki hambatan karena adanya dorongan keserakahan dan keuntungan yang menggiurkan dari cybercrime. Mereka menghasilkan malware dengan kecepatan yang sulit kami kejar," jelas Oetring.
Untuk menangkap para penjahat di dunia internet memerlukan alat yang tak biasa. Mereka juga harus bekerja sama dengan negara yang tak biasa diajak bekerja sama.

Wanita ini Lari Tanpa Busana Demi Iphone 6


Seorang perempuan muda di Guangxi, China, mendapat tantangan dari temannya untuk berlari di jalan tanpa busana. Foto tersebut sudah menyebar di internet. Perempuan tersebut nekat menerima tantangan dari temannya demi memperoleh sebuah iPhone 6. Tidak diketahui apakah temannya itu akan menepati janji atau tidak, namun yang pasti dia bisa tersangkut urusan hukum jika tertangkap.

Sebelumnya, pada 29 September lalu, Sebuah perusahaan jasa cuci pakaian di Shanghai harus membayar denda karena mengganggu ketertiban umum. Perusahaan tersebut membayar dua wanita untuk membuka pakaian di publik untuk kegiatan promosinya.

Perusahaan tersebut juga membuat rekaman yang memperlihatkan dua wanita muda membuka pakaian di dalam sebuah kereta yang sarat penumpang. Kemudian, pakaian kedua wanita tersebut dibungkus oleh seorang pria yang menggunakan seragam perusahaan laundry tersebut.

Video itu dibuat untuk mempromosikan layanan antar jemput pakaian bagi pelanggan. Pihak perusahaan mengklaim bahwa, dua perempuan dan orang-orang yang terlibat didalam kereta adalah aktor yang dibayar untuk kepentingan pembuatan iklan.

Meskipun begitu polisi Shanghai tetap menyatakan bahwa perusahaan itu melanggar ketertiban umum dan periklanan, yang mengatur agar iklan tidak mempromosikan sesuatu yang memberi pengaruh buruk bagi masyarakat.

Suporter PSCS Cilacap Diserang Sekelompok Orang Bercadar

Bus yang ditumpangi suporter PSCS Cilacap menglami kerusakan


Minggu malam bus yang ditumpangi puluhan suporter PSCS Cilacap, diserang oleh sekelompok orang bercadar di Jalan Solo, tepatnya di depan lapangan Parkir Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta. Akibat penyerangan itu, satu orang suporter meninggal dunia dan beberapa orang mengalami luka-luka akibat sabetan pedang serta lemparan batu.

Muhammad Ikhwanudin (19) diseret keluar dari bus dan dipukuli dengan tongkat baseball oleh para pelaku penyerangan. Kejadian tersebut disaksikan langsung oleh Yufi Arizan (19), salah satu supporter PSCS Cilacap.

"Kita dikejar oleh 50-an orang," ungkap Yufi Arizan saat ditemui di Polsek Depok Timur, Senin (13/10/2014) siang. "Saya melihat diseret keluar dan dipukuli pakai stick baseball," tegasnya.
Yufi menjelaskan, setelah bus berhenti karena dihadang mobil penyerang. Di dalam bus, para pelaku yang mengenakan cadar warna hitam menyerang semua penumpang dengan senjata tajam dan pentungan secara membabi buta.

Menurut Yufi, para pelaku yang di dalam bus memukuli sambil berteriak bahwa mereka dari salah satu kelompok suporter. "Mereka menyebutkan dari salah satu suporter. Jaketnya warna hitam ada tulisannya, lalu di helmnya juga ada stikernya."

Seusai dievakuasi ke Mapolsek Depok Timur, puluhan suporter PSCS Cilacap pada Senin (13/10/2014) siang tadi dipulangkan menggunakan bus dengan pengawalan ketat polisi.