| James Rose |
James adalah ayah dari tiga anak yang telah memiliki
empat orang cucu, mengklaim bahwa dirinya merasa terperangkap dalam tubuh yang salah sejak usia sembilan tahun. James Rose adalah seorang kakek yang
berusia 81 tahun. kini ia tercatat sebagai orang tertua yang pernah menjalani operasi transgender.
Namun yang menjadi bahan perdebatan adalah, operasinya dibiayai oleh
Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS). Lembaga tersebut menghabiskan 4.000 pounsterling atau sekitar Rp 78,6
juta untuk operasi James, yang kini mengganti namanya menjadi Ruth.
Banyak pihak mengritik keputusan NHS, yang
dinilai tidak sepantasnya menghabiskan dana pembayar pajak untuk operasi ganti
kelamin. Banyak masalah kesehatan yang harusnya lebih layak dijadikan prioritas oleh NHS.
Roger Goss, Wakil
Direktur Kepedulian Pasien mengungkapkan, "Kami
memiliki empati yang besar bagi orang-orang dengan persoalan gender. Tapi kami
memiliki simpati lebih bagi mereka dengan penyakit kronis yang selama ini tidak
dibiayai NHS karena terlalu mahal."
James mengaku merasa hidupnya separuh sebagai pria dan separuh wanita saat
menikah. Menurut James dokternya yang menyarankan dia melakukan operasi
transgender, meyakinkan bahwa dia tidak terlalu tua untuk melakukannya.
"Saya pikir sudah terlambat melakukannya.
Tapi dokter tidak akan melakukannya (operasi) jika mereka pikir saya tidak bisa
melaluinya," ucap James, yang menyebut dirinya tidak menjalani operasi penggantian kelamin
secara penuh.
Dia mengaku tidak pantas jika dia meminta
operasi pembuatan kelamin wanita. Menurutnya, operasi itu tidak terkait dengan
keinginan untuk melakukan hubungan seksual, tapi hanya membuatnya merasa feminin.
James yang masih terlihat sehat dan bugar di
usia 81 tahun, mengaku keluhannya saat ini adalah ukuran dada. "Saya
berharap dapat memiliki dada lebih besar, tapi saya pikir itu tidak akan
terjadi," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar